Sabtu, 15 Desember 2018

PROPOSAL PERMOHONAN IJIN OPERASIONAL(MDTA)


PROPOSAL
PERMOHONAN IJIN OPERASIONAL
MADRASAHDINIYAHTAKMILIYAHAWALIYAH NURUL HUDA
RENGAS PENDAWA TIMUR KEC. LARANGAN KAB. BREBES


























Alamat : Jln. Masjid Jami Al Ishlah Rengaspendawa Timur Larangan Brebes 52262
MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH AWALIYAH
“NURUL HUDA”
RENGASPENDAWA TIMUR KEC. LARANGAN
KAB. BREBES

Sekretariat : Jln.Masjid Jami Al Ishlah Rengaspendawa timur - Larangan – Brebes kode pos 522262 No Hp: 0878 3013 8922
Nomor             : 001/MDTA – NH /XII/2018            Rengaspendawa, 05  Desember 2018
Lampiran         : 1 (Satu) Bendel
Hal                  : Permohonan Ijin Operasional
Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah

Kepada
Yth. Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Brebes
Di
BREBES

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Diberitahukan dengan hormat, dalam rangka mewujudkan program pemerintah melalui pendidikan program luar sekolah, yaitu untuk membentuk calon generasi muda yang berilmu dan bertaqwa serta berakhlak mulia, dengan ini kami sampaikan permohonan Ijin Operasional  Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah  Nurul Huda Rengaspendawa Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes,  sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami sertakan:
1.       Proposal permohonan Ijin Operasional Diniyah Takmiliyah Awaliayah
2.       ProfilDiniyah Takmiliyah Awaliyah
3.       Susunan pengurus Diniyah Takmiliyah Awaliyah
4.       Data dewan Assatidz dan  Santriwan Santriwati
5.       Foto kegiatan belajar mengajar
6.       FotoGedung Madrasah Diniyah

Demikian permohonan kami, besar harapan kami agar kiranya Bapak mengabulkan permohonan ini

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Mengetahui
Kepala Desa Rengaspendawa                       Kepala MDTA NURUL HUDA




SUMARDI                                                     Ust. H. FATIKHIN



Menyetujui
Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Larangan




H. ALWI IRWANTO,S.Ag
                         NIP :1968112019960310
PROPOSAL
PERMOHONAN IJIN OPERASIONAL
MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH AWALIYAH
NURUL HUDA RENGASPENDAWA TIMUR




A.  DASAR PEMIKIRAN
                 Ada beberapa dasar pemikiran yang melatarbelakangi upaya pengajuan Ijin Operasional Diniyah Takmiliyah Awaliyah Nurul Huda Rengaspendawa timuradalah sebagai berikut  :      
1.      Hakekat tujuan pembangunan nasional adalah pembangunan manusia seutuhnya, artinya program pembangunan di Indonesia tidak hanya mengutamakan fisik atau moralsaja, akan tetapi pembangunan fisik danmoral yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menunjang.
2.      Dalam rangka menunjang pembangunan nasional, Pendidikan Diniyah Takmiliyah merupakan salahsatu wadahyang tepat bagi umat Islam, terutama bagi anak usia dini untuk memperdalam aqidah sekaligus sebagai tempat untuk menimba ilmu serta pembinaan dan peningkatan  nilai-nilai religius yang  islami.
3.      Dalam era globalisasi yang ditandai dengan kecanggihan teknologi serta informasi, menuntut umat Islam untuk berpartisipasi dan menyesuaikan diri agar tidak ketinggalan, khususnya dalam pendidikan keislaman,  maka perlu adanya sarana dan prasarana penunjang, guna memberikan layanan yang nyaman  bagi anak didik.
4.      PendidikanDiniyahTakmiliyah sebagai sarana membentuk karakter anak didikdan pusat pendidikan agama dankeagamaanpada umumnya yang perlu dipertahankan eksistensinya.
Dari berbagai dasar pemikiran diatas, maka pengurus bersama dewan guru Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah Nurul Hudaberkomitmen untuk mengajukan Ijin Operasional kepada Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama  Kabupaten Brebes.
B.  TUJUAN
Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai denganadanyaPendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah Nurul Huda adalah sebagai berikut  :
1.      Untuk meningkatkan kualitaskeilmuan(Islam ) terutamabagigenerasicalonpenerusperjuangan Islam di masamendatang.
2.      Untuk memberikan pelayanan pendidikan khususnya pendidikan agama dankeagamaan( baca tulis al-Qur’an dan pengembangan pemahaman ilmu keislaman ).
3.      Untuk membentuk generasi muslimin yang beriman, bertaqwa dan bermoral serta berintegritas.




C.   MANFAAT
Dari program ini diharapkan adanya manfaat yang dapat dinikmati oleh kaum muslimin khususnya masyarakat Dusun Rengaspendawa Timur dan sekitarnya, antara lain :
1.      Tersedianya tempat belajar dan fasilitas yang mapan, sejuk, menarik bagi peserta didik.
2.      Tersedianya fasilitas pendidikan Islam yang memadai dan menarik bagi peserta didik.
3.      Tumbuhnya rasa tanggungjawab terhadap kehidupan dan kemakmuran tempat pendidikan keislaman.
D.   PENUTUP
Demikian proposal ini dibuat, untuk dijadikan bahan acuan pengajuan ijin operasional Pendidikan  Diniyah Takmiliyah Awaliyah Nurul Huda khususnya di Desa Rengaspendawa Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, dan untuk selanjutnya dimohon dukungan dari pihak-pihak terkait dalam pengembangan Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah Nurul Huda agar lebih Bermanfaat, serta Maslahatbagi masyarakat.


                                                                                                                Rengaspendawa, 05 D2018

Kepala MDTA Nurul Huda



Ust. H. FATIKHIN





                                                                                                                                               





MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH AWALIYAH
“NURUL HUDA”
RENGASPENDAWA TIMUR KEC. LARANGAN
KAB. BREBES

Sekretariat : Jln.Masjid Jami Al Ishlah Rengaspendawa timur - Larangan – Brebes kode pos 522262 No Hp: 0878 3013 8922
PROFIL MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH AWALIYAH NURUL HUDA
RENGASPENDAWA  KEC. LARANGAN KAB. BREBES


1.      IDENTITAS LEMBAGA

Nama Lembaga                                   :  MDTA NURUL HUDA
Status                                                  :  Tanah Waqaf
Nomor Telp /Hp                                  :  0878 3013 8922
Alamat                                                :  Jln.Masjid Jami Al Ishlah Rt 11/02      
Desa                                                    :  Rengaspendawa Timur
Kecamatan                                          :  Larangan
Kabupaten                                           :  Brebes
Tahun Berdiri                                      :  2014
Nama Kepala                                      :  H. FATIKHIN
Waktu Belajar                                     :  14:00 S.d. 16:30
Tempat Belajar                                    :  Gedung MDTA  NURUL HUDA
Status Tempat Belajar                         :  Milik Lembaga
Status Tanah  Gedung                        : Milik Lembaga
Luas Tanah                                          :  661 m²
No. Sertifikat Tanah                           :  00020
Luas Bangunan                                   :  135 m²
Rombongan Belajar                            :  4Kelas
Materi Pembelajaran                           :  Ilmu Agama












TINGKAT
MATERI POKOK
TARGET
BUKU PEGANGAN
MATERI TAMBAHAN








I
-Fasholatan
-Aqidah Dasar

-Fiqih Dasar
-Sejarah Nabi

-Tajwid

-Surat-surat
  pendek
-Do’a-do’a
  yaumiyah
-Belajar ibadah sholat
-Mengetahui dasar-
 dasar keimanan
-Mengenal Fiqih Islam
-Mengenal Nabi dan
  Keluarganya
-Dapat membaca Al-
  Qur’an dengan baik
-Menghafal surat-surat
pendek
-Menghafal surat
  sehari-hari
-Tuntunan Ibadah
-Tahid jawa

-Mabadiul Fiqih
-Sejarah Nabi

-Tanwirul Qori

-Juz Amma

-Kumpulan Do’a
-Lagu-lagu
 Islami

-Menulis
 Kaligrafi













TINGKAT
MATERI POKOK
TARGET
BUKU PEGANGAN
MATERI TAMBAHAN








II
-Aqidah / Tauhid


-Fiqih


-Sejarah Nabi

-Tajwid

-Surat-surat pendek


-Do’a-do’a
  Yaumiyah
-Mengetahui ilmu
  tauhid dan rukun islam

-Mengerti hukum Islam


-Mengenal Perjuangan
 Nabi dan Rosul
-Dapat membaca Al-
 Qur’an dengan baik
-Menghafal surat-surat
  pendek dalam Juz
  Amma
-Membiasakan do’a
 Dalam kehidupan

-Aqidah Akhlak
 dan Aqidatul
 Awam
-Fiqih Islam dan
 Safinah

-Sejarah 25 Nabi

-Ilmu Tajwid /
 Ghorib
-Juz Amma


-100 Kumpilan
  Do’a

-Lagu-lagu
 Islami

-Menulis
 Kaligrafi

-Diba’iyah














TINGKAT
MATERI POKOK
TARGET
BUKU PEGANGAN
MATERI TAMBAHAN








III
-Aqidah / Tauhid


-Fiqih


-Sejarah Nabi

-Tajwid

-Surat-surat pendek


-Do’a-do’a
  Yaumiyah
-Mengetahui ilmu
  tauhid dan rukun islam

-Mengerti hukum Islam
Rukun Rukun sholat

-Mengenal Perjuangan
 Nabi dan Rosul
-Dapat membaca Al-
 Qur’an dengan baik
-Menghafal surat-surat
  pendek dalam Juz
  Amma
-Membiasakan do’a
 Dalam kehidupan

-Ahlakul Banin
 dan Aqidatul
 Awam
-Mabadi Fikih


-Khulasoh

-Hidayatus Sibyan
-Juz Amma


-100 Kumpulan
  Do’a

-Nadhom

-Menulis
 Kaligrafi

-Diba’iyah













TINGKAT
MATERI POKOK
TARGET
BUKU PEGANGAN
MATERI TAMBAHAN








IV
-Nahwu



-Shorof




-Aqidah / Tauhid


-Fiqih


-Sejarah Nabi

-Tajwid

-Surat-surat pendek


-Do’a-do’a
  Yaumiyah


-Mengetahui ilmu alat dan gramatika arab


-Mengetahui kedudukan kalimat dan memahami tashrif istilah


-Mengetahui ilmu
  tauhid dan rukun islam

-Mengerti hukum Islam
Rukun Rukun sholat

-Mengenal Perjuangan
 Nabi dan Rosul
-Dapat membaca Al-
 Qur’an dengan baik
-Menghafal surat-surat
  pendek dalam Juz
  Amma
-Membiasakan do’a
 Dalam kehidupan
-Tsimarul janiyah



-Tashrifan




-Ahlakul Banin
 dan Aqidatul
 Awam
-Mabadi Fikih


-Khulasoh

-Hidayatus Sibyan
-Juz Amma


-100 Kumpulan
  Do’a









-Nadhom

-Menulis
 Kaligrafi

-Diba’iyah





















II. VISI DAN MISI
Visi : Membangun generasi Qur’ani yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Misi :1. Menyelenggarakan pembelajaran al-Qur’an yang praktis dan sistematis pada                                usia dini.
          2. Melaksanakan pendidikan dasar-dasar keislaman berdasarkan al-Qur’an dan Al-Hadits.
          3. Mendidik pribadi anak dengan pembiasaan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.


III. KEADAAN SANTRI

NO
TINGKAT
KEADAAN SANTRI
KETERANGAN
L
P
JUMLAH
1
Kelas I
7
8
15
Aktif
2
Kelas II
15
11
26
Aktif
3
Kelas III
5
8
13
Aktif
4
Kelas IV
2
13
15
Aktif


IV. KEADAAN USTADZ USTADZAH
       Jumlah Ustadz / Ustadzah    : 13 Orang

NO
NAMA
TEMPAT DAN TANGGAL LAHIR
ALAMAT
PENDIDIKAN TERAKHIR


 1
FATIKHIN
BREBES, 24-03-1970
RENGASPENDAWA
PONPES

 2
MUHAMAD ALI MASRURI
BREBES, 19-06-1969
RENGASPENDAWA
PONPES

 3
SOLEKHUDIN
BREBES, 22-08-1973
RENGASPENDAWA
PONPES

 4
AGUS KHOLIK
BREBES, 10-08-1975
RENGASPENDAWA
PONPES

 5
KUSNAN
BREBES, 25-09-1969
RENGASPENDAWA
PONPES

 6
KHAIRUL AMIN
BREBES, 27-12-1989
RENGASPENDAWA
PONPES

 7
AHMAD SULTONI
BREBES, 12-06-1990
RENGASPENDAWA
PONPES

 8
RIFQI KHANIF
BREBES, 05-12-1988
RENGASPENDAWA
PONPES

 9
JIRONAH
BREBES, 20-01-1983
RENGASPENDAWA
PONPES

 1
MUSYAROFAH
BREBES, 23-06-1973
RENGASPENDAWA
PONPES

 11
MUFTI IHSAN
BREBES, 08-08-1990
RENGASPENDAWA
PONPES

 12
ARIF FAIZAL YUNUS
BREBES, 30-09- 1982
RENGASPENDAWA
PONPES

 13
KHAERUDIN
BREBES, 15-12-1974
RENGASPENDAWA
PONPES



DAFTAR SANTRI MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH AWALIYAH
NURUL HUDA
RENGASPENDAWA KEC. LARANGAN KAB. BREBES
TAHUN 2018


NO
NAMA
TEMPAT TANGGAL LAHIR
ORANG TUA
ALAMAT


1
Muthiah Hasna Taqiyyah
Brebes, 13 - -2010
Dini Hariaji
Rengaspendawa

2
Moh .Arrafi Ibni Chaeri
Brebes, 07 -10 -2005
Tanji Choirul Wihani
Rengaspendawa

3
Satria Raehan Fatih
Brebes , 04 -11-2010
Agus Wahid
Rengaspendawa

4
Siti Melani
Brebes, 16 -05- 2008
Sakim
Rengaspendawa

5
Dinar Aji Kusuma
Pemalang, 14-12-2007
Bambang Sumantri
Mandiraja

6
M. Shofarudin Pamungkas
Brebes, 02 - 02 - 2011
Suwitno
Rengaspendawa

7
Nabila Rafaeyfa Maysun
Brebes, 07 – 01 - 2011
Rokhani
Rengaspendawa

8
Mohamad Aziz Subarkah
Brebes, 17 - 04 - 2007
Tarsoni
Rengaspendawa

9
Meutia Hasnah Ramadhani
Brebes, 14 – 08 - 2011
Slamet Misbah
Rengaspendawa

10
Mohamad  Syifa’ul Mumin
Brebes, 21 -07-2011
Sefuloh
Rengaspendawa

11
Muhamad Kemil Sulaiman
Brebes,25-07-2010
Muhamad Muro’i
Rengaspendawa

12
Gita Laura Ani Sahanaya
Brebes,11-01-2009
Siti Khosidah
Rengaspendawa

13
Dian Nelita
Brebes,15-05-2009
Dasir
Rengaspendawa

14
Imam Andriyan Saputra
Brebes,30-05-2009
Sutoto
Rengaspendawa

15
Azwar Lazuardy
Brebes, 05-10-2009
Subagyo
Rengaspendawa

16
M. Zuhdan Khafid
Brebes, 22-07-2009
Tarjono
Rengaspendawa

17
Andri Saputra
Brebes,19-06-2009
Mahmudin
Rengaspendawa

18
Miftahul Djani
Jakarta, 09-11-2011
Djunaidi
Rengaspendawa

19
Siti Khumairoh
Brebes,06-08-2008
Suminto
Rengaspendawa

20
Pirgiani
Sukabumi,04-10-2006
Abdul Munaseh
Padabeunghar

21
Rahma Yulia
Brebes, 07-07-2010
Wartono
Rengaspendawa

22
Dela Fika Ismiyah
Brebes, 30-04-2009
Wartono
Rengaspendawa

23
Irma Oktafia
Brebes,29-10-2008
Sakron
Rengaspendawa

24
M. Taritno
Brebes,06-01-2007
Waryu
Rengaspendawa

25
Innnayatun ni’mah
Jakarta,19-11-2007
Djunaedi
Pademangan Barat

26
Dika Riyan Afandi
Brebes, 07-06-2008
Ratoni
Rengaspendawa

27
Imam Wahyudin
Brebes,23-11-2007
Abd. Sukur
Rengaspendawa

28
Azalea Nahwa
Brebes,09-12-2009
Miftahul Muin
Rengaspendawa

29
Muhamad Ibnu Abi Ramadhani
Brebes,12-02-2007
Waisah
Rengaspendawa

30
Rifqi Nur Fauzi
Brebes,11-02-2007
Suharta
Rengaspendawa

31
Azadil Ihza Ardana
Brebes,03-01-2010
Munaseh
Rengaspendawa

32
Mohamad Noval Rifai
Brebes,01-04-2008
Mahwani
Rengaspendawa

33
Zaqi Abi Riziq
Brebes,09-06-2008
Nurrokhman
Rengaspendawa

34
M.Yahya Ulil Albab
Brebes,24-03-2009
Nur Hakim
Rengaspendawa

35
Andrian Ferdiansyah
Brebes,16-09-2009
Eriyanto
Rengaspendawa

36
Aggni Aprilia Pradisti
Brebes,22-04-2009
Tuti Nuraeni
Rengaspendawa

37
M.Faiz Zamami
Brebes, 30-10-2008
Barkoni
Rengaspendawa

38
Siti Anisah
Brebes,23-06-2011
Tamrin
Rengaspendawa

39
Almas Sayeda Andaru
Brebes,21-10-2010
Saechu
Rengaspendawa

40
Ilham Annabil
Brebes,21-10-2007
Heriyanto Ardi
Rengaspendawa

41
Sultan Riezki Suada
Brebes,12-01-2008
Imam Rohmanto
Rengaspendawa

42
Yuni Silviani
Brebes,19-06-2008
Eko Pardiputro
Rengaspendawa

43
Ahmad Zazi Ramdhani
Brebes,26-09-2008
Sapon
Rengaspendawa

45
Riska Dwi Aryani
Brebes,07-04-2007
Rismanto
Rengaspendawa

46
Dwi Rahma Aulia
Brebes,18-01-2008
Sumarsih
Rengaspendawa

47
Syifa Ayu Aulia
Brebes,31-07-2007
Fuadi
Rengaspendawa

48
Kadita Ayu Pratiwi
Brebes,24-01-2007
Wahudi
Rengaspendawa

49
Jessika
Brebes,14-03-2009
Suharto
Rengaspendawa

50
Sandi Ahmad
Brebes,25-02-2007
Tarhadi
Rengaspendawa

51
M.Fahri Riski Maulana
Brebes,22-07-2007
Rakub
Rengaspendawa

52
Muhamad Rafi Maulana
Brebes,29-12-2008
Solekha
Rengaspendawa

53
Bintang Marthaputra
Brebes,20-01-2009
Thariq Mubaraq
Rengaspendawa

54
Khalisah Prameswari
Brebes,02-12-2007
Ahmad Soleh
Rengaspendawa

55
Muhammad Aditya Raharjo
Brebes,05-12-2008
UntungTeguh Raharjo
Rengaspendawa

56
Shifa Nur Auliya
Brebes,29-04-2009
Sahril Anwar
Rengaspendawa

57
Muflikhatun Mizkiyah
Brebes,26-06-2008
Herwandi
Rengaspendawa

58
Muhammad Askarul Umam
Brebes,24-05-2007
Purnomo
Rengaspendawa

59
Melvina Muzahroh
Brebes,07-02-2009
Sukrad
Rengaspendawa

60
Prianka Almira Alexarani
Brebes,09-01-2009
Sahroni
Rengaspendawa

61
Aliya Nurrokhmah
Brebes,28-11-2009
Mulyadi
Rengaspendawa

62
Futriyani
Brebes,13-02-2007
Ruslani
Rengaspendawa

63
Naila Ghina Sari
Brebes,26-06-2009
Solekhudin
Rengaspendawa

64
Luthfiya Wahidah Aryanti
Brebes,15-06-2009
Haryanto
Rengaspendawa

65
Muhammad Abiyuda Zarfan
Brebes,05-12-2007
Saefulloh
Rengaspendawa

66
Rika Aditya Utami
Brebes,03-02-2008
Zainal Abidin
Rengaspendawa

67
Andin Sagita Ristianti
Brebes,17-04-2007
Tarhawi
Rengaspendawa

68
Siti Rosikha
Brebes,10-02-2005
Rojikin
Rengaspendawa

69
Syafina Amelia
Brebes,03-05-2007
Mulyanto
Rengaspendawa

70
Evriliani
Brebes,06-04-2007
Sakim
Rengaspendawa

71
Muhammad Fadlan Hikam Wihdani
Brebes,02-01-2008
Muhamad Zamroni
Jagalempeni

72
Kaneisya Latifah
Brebes,20-06-2008
Sakhroni
Rengaspendawa

73
Aisyah Nur Azizah
Brebes,07-09-2006
Januri
Rengaspendawa

74
Lintang Yun Lael
Brebes,06-06-2007
Sugirman
Rengaspendawa

75
Indah Indriani
Brebes,16-03-2007
Bambang Sumantri
Rengaspendawa

76
Farah Diena Amalia Izza
Brebes,05-01-2008
Ahmad Farhani
Rengaspendawa

77
Najlah Nur Zahiah
Brebes,19-06-2007
Nurrojak
Rengaspendawa

78
Siti Veliza Cinta Bella
Brebes,29-07-2008
Mukholan
Rengaspendawa

79
Abdulloh Azzam
Brebes,02-06-2008
Agus Sugiyanto
Rengaspendawa

80
Rizki Mutiara Sari
Brebes,28-01-2010
Jamal Purwanto
Rengaspendawa

81
Cindy Wahika Selviana
Jakarta,19-11-2011
Warkono
Rengaspendawa







MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH AWALIYAH
“NURUL HUDA”
RENGASPENDAWA TIMUR KEC. LARANGAN
KAB. BREBES

Sekretariat : Jln.Masjid Jami Al Ishlah Rengaspendawa timur - Larangan – Brebes kode pos 522262 No Hp: 0878 3013 8922

SUSUNAN PENGURUS MDTA NURUL HUDA

PELINDUNG              : KEPALA DESA
PENASEHAT             : H. SOHIDIN
                                     H. SUNOTO
                                      SYAMSUL MA’ARIF         
KETUA                       : AHMAD FAUZI, S.AG
WAKIL                       : H. FATIHIN
SEKRETARIS            : ABDUL AZIZ, S.COM
BENDAHARA            : MUHAIMIN SUGIHARTO
HUMASY                             : SODIKUN RAMDI
PEMBANGUNAN      : SISWANTO
                                      SUBAGIYO
PERLENGKAPAN     : SUKRAD
                                      TORADI


Rengaspendawa, 05 Desember 2018
KEPALA MDTA


H. FATIKHIN

Senin, 10 Desember 2018

HANYA MENCARI APA YANG ALLAH RIDHAI

Beginilah Seharusnya Seorang Muslim

Seorang Muslim, hanya mencari apa yang Allah ridhai, baik dengan melakukan perintah-Nya atau pun menjauhi segala larangan-Nya
Beginilah Seharusnya Seorang Muslim
TIDAK sedikit di antara banyak orang yang menghalkan segara cara dalam hidup. Demi uang, karir dan jabatan, orang rela menukar akidahnya.
Secara etimologis Islam   اْلإِسْلاَم   berasal dari  bahasa Arab
aslama – yuslimu – islāman. Dalam kamus Lisān al-‘Arab disebutkan, Islām mempunyai arti semantik sebagai berikut: tunduk dan patuh (khadha‘a – khudhū‘ wa istaslama – istislām), berserah diri, menyerahkan, memasrahkan (sallama – taslīm), mengikuti (atba‘a – itbā‘), salima yang artinya selamat.
Dari kata aslama itulah terbentuk kata Islam. Pemeluknya disebut Muslim. Orang yang memeluk Islam berarti menyerahkan diri kepada Allah dan siap patuh pada ajaran-Nya .
Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala:
بَلَى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِندَ رَبِّهِ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
“Bahkan, barangsiapa  menyerahkan diri (aslama) kepada Allah, sedang ia berbuat kebaikan, maka baginya pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula bersedih hati.” (QS: al-Baqarah [2]:112).
Idealnya, seorang Muslim totalitas dalam ber-Islam. Semua pikiran, hati bahkan praktik hidupnya ‘diserahkan’ (sesuai yang diinginkan pemilik langit dan bumi). Itulah namanya menyerahkan diri.

‘”Sekarang saya telah menyerah kepada-Nya. Menyerah dengan sepenuh hati. Artinya, segala perintah dan hukum-Nya aku taati; suruhan-Nya aku kerjakan, larangan-Nya aku hentikan, dengan segenap kerelaan. Inilah Islam!” tulis Buya Hamka dalam bukunya Kesepaduan Iman dan Amal Saleh.
Buya Hamka pun menambahkan, “Iman dan Islam, percaya dan menyerah, adalah dua kalimat yang tidak tercerai selama-lamanya. Tidaklah cukup percaya saja padahal tidak menyerah. Tidaklah sempurna menyerah kalau tidak percaya.” (halaman: 1-2).
Suatu hari ada seorang pemuda menemui Nabi, lantas berkata, “Wahai Rasulullah izinkan aku berzina,” demikian kalimat pemuda itu yang membuat para sahabat marah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab. “Mendekatlah.”
“Apakah engkau suka jika hal itu dilakukan kepada ibumu?” tanya Rasulullah.
“Tidak, demi Allah wahai Rasulullah. Semoga Allah menjadikanku sebagai tebusanmu”
“Demikian juga orang lain, mereka tidak ingin hal itu menimpa ibu-ibu mereka.”
“Apakah engkau suka jika hal itu dilakukan kepada putrimu?” Rasulullah melanjutkan sabdanya.
“Tidak, demi Allah wahai Rasulullah”
“Demikian juga orang lain, mereka tidak ingin hal itu menimpa putri-putri mereka.”
“Apakah engkau suka jika hal itu dilakukan kepada bibi-bibimu, saudari ayahmu?”
“Tidak, demi Allah wahai Rasulullah”
“Demikian juga orang lain, mereka tidak ingin hal itu menimpa bibi-bibi mereka.”
“Apakah engkau suka jika hal itu dilakukan kepada bibi-bibimu, saudari ibumu?”
“Tidak, demi Allah wahai Rasulullah”

“Demikian juga orang lain, mereka tidak ingin hal itu menimpa bibi-bibi mereka.”
Setelah pemuda tersebut menyadari bahwa tak ada seorang pun yang rela ibu, putri dan kerabatnya dizinai sebagaimana dirinya sendiri juga tidak rela jika hal itu terjadi pada ibu, putri dan kerabatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas meletakkan tangan beliau kepada pemuda itu sambil mendoakannya:
“Ya Allah… ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya.”
“Setelah itu,” kata Abu Umamah yang menceritakan kisah pemuda tersebut, “Pemuda tersebut tidak pernah melirik apapun.” Perbuatan zina menjadi hal yang paling dibencinya.
Demikianlah sikap seorang Muslim, hanya mencari apa yang Allah ridhai, baik dengan melakukan perintah-Nya atau pun menjauhi segala larangan-Nya.
Sungguh sebuah kemunafikan jika lisan mengatakan iman kepada Allah namun perilaku jauh dari nilai-nilai Islam bahkan tidak peduli dengan permasalahan yang menimpa umat Islam.

Buya Hamka menambahkan, “Mengaku diri seorang Islam padahal tidak mengerjakan sholat lima waktu. Cobalah pikirkan, benarkah pengakuan itu? Mengaku seorang Islam padahal enggan mengeluarkan zakat? Apa sebab? Apakah lantaran merasa bahwa harta itu bukan pemberian Allah? Mengaku diri seorang Islam padahal enggan melakukan puasa bulan Ramadhan. Apakah sebabnya? Bukankah ini lantaran pengakuan itu belum bulat? Lain di mulut, lain di hati?”
Padahal dengan menjadi Muslim yang sejati atau dalam kata yang lain benar-benar menjadi Islam, pertolongan Allah akan selalu datang menyertai setiap usaha kehidupannya.
إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
الَّذِينَ إِن مَّكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ
“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang munkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. Al-Hajj: [22] :40-41).
Semoga Allah berikan kekuatan kepada kita untuk benar-benar menjadi Muslim yang sejati, yang dalam perkara apapun selalu mengingat penilaian Allah, jika halal kita kerjakan, jika haram kita jauhi. Karena tidak akan pernah ada kebahagiaan dengan memilih jalan yang menyalahi aturan-Nya.
Terhadap perintah-Nya, seperti sholat, zakat, puasa, haji dan beragam amal kebajian lainnya, kita upayakan dengan semampu diri. Dan, terhadap larangan-Nya, kita jauhi sejauh-jauhnya. Insya Allah kebahagiaan akan menyapa hidup kita, tidak saja di dunia, tetapi juga di akhirat. Allahu a’lam.*
Rep: Imam Nawawi
Editor: Cholis Akba

Sabtu, 08 Desember 2018

LEBIH DARI 350 SPESIES HEWAN REFRENSI DARI BIOLOGI AL-JAHIZ

Mengenal Bapak Biologi Muslim, Al-Jahiz

Al-Jahiz juga menuliskan pengaruh cuaca dan pola makan terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan dalam berbagai wilayah geografis
Mengenal Bapak Biologi Muslim, Al-Jahiz
Abad ke-9, terbitlah Kitab Al-Hayawan, berarti Buku Tentang Binatang, ditulis oleh Abu ‘Uthman ‘Amr Ibn Bahr Al Qinanih Al Fuqaymih Al Basrih, ahli biologi yang lahir di Basra, Iraq sekitar tahun 776

Terkait

PADA tahun 1831 hingga 1836, sebuah kapal kayu berlayar membelah Samudra Atlantik. Kapal berbendera Inggris tersebut bernama HMS Beagle, dengan Robert Fitzroy sebagai kaptennya. Kapal tersebut membawa misi memetakan jalur pelayaran di perairan sebelah selatan Amerika Latin.
Penumpang kapal tersebut termasuk seorang fresh graduate dari Cambridge University yang diterima Fitzroy karena dirinya membutuhkan seorang imuwan dalam menjalankan misinya. Pemuda itu kelak akan menerbitkan buku fenomenal berjudul The Origin of Species, yang mendeskripsikan tentang teori evolusi dan seleksi alam yang membuat geger dunia.
Namun sebenarnya, Charles Darwin bukanlah pionir dalam dunia biologi. Jauh sebelum Darwin, di masa Yunani kuno, sudah ada nama-nama seperti Aristoteles yang menjelaskan tentang kesadaran bangsa Yunani mengenai keteraturan alam, ataupun di masa kejayaan Romawi terdapat Pliny yang menulis buku setebal 37 volume berjudul Historia Naturalis, dimana di dalamnya terdapat fakta dan mitos mengenai makhluk halus, binatang, alam, dan lain sebagainya.
Pada abad ke-9, terbitlah sebuah buku berjudul Kitab Al-Hayawan, berarti Buku Tentang Binatang. Buku tersebut ditulis oleh Abu ‘Uthman ‘Amr Ibn Bahr Al Qinanih Al Fuqaymih Al Basrih, seorang ahli biologi yang lahir di Basra, Iraq sekitar tahun 776. Namun beliau lebih dikenal dengan nama julukannya, Al-Jahiz, yang berarti goggle-eyed (mata bundar seperti ikan).
Al-Jahiz tumbuh di masa paling menarik bagi ilmu pengetahuan, yaitu masa transisi dimana sumber utama pengetahuan berpindah dari Yunani kuno ke dunia Arab. Selain itu, masa tersebut adalah titik dimana buku bukan lagi barang mewah yang hanya bisa didapat oleh golongan tertentu. Karena mulai menyebarnya penggunaan kertas, buku-buku menjadi lebih mudah didapat, sehingga kesadaran membaca juga meningkat. Di wilayah-wilayah dimana Islam berkuasa, banyak ilmuwan yang lahir dari golongan rakyat jelata karena hal tersebut. Al-Jahiz adalah salah satunya. Pada usia 20 tahun, dirinya harus berjualan ikan di sepanjang kanal Basra sebagai mata pencaharian.
Dibalik kesederhanaannya, Al-Jahiz merupakan seorang yang cerdas dan haus akan ilmu sedari kecil. Al-Jahiz menghadiri ceramah-ceramah di masjid dan kuliah-kuliah umum yang diberikan oleh para ahli filologi, bahasa, dan para penyair seperti Al-Asma’i, Abu Ubayda, serta Abu Zayd. Hal ini membentuknya menjadi ahli Bahasa Arab. Karena kecerdasannya, Al-Jahiz mendapatkan tempat di kalangan Mu’tazilah, dimana Al-Jahiz mendapatkan teman untuk berdiskusi mengenai filosofi, agama, dan ilmu pengetahuan.
200 Karya Ilmiah
Al-Jahiz mengawali karirnya sebagai juru tulis ketika masih di Basra, kemudian pindah ke Baghdad, yang saat itu merupakan ibukota Dinasti Abbasiyah. Kepindahannya diawali oleh essay yang ditulisnya mengenai institusi kekhalifahan, dan hal tersebut mengundang pujian dari Khalifah Al-Ma’mun, khalifah ke-7 Dinasti Abbasiyah. Namun sebenarnya, lebih tepat dirinya adalah penduduk komuter daripada penduduk tetap, karena beliau membagi waktunya antara Baghdad dan Basra, lalu kemudian antara Basra dan Samarra. Posisinya di pemerintahan hanyalah sekertaris, dimana posisi fleksibel tersebut memungkinkan dirinya mengembangkan hal yang lainnya.
al Jazis bapak biologi dunia2
An arabic zoological dictionary, Dar al-Ra’idal-‘Arabi
Selama hidupnya, Al-Jahiz menulis sekitar 200 buah buku, sayangnya hanya 30-an saja yang masih ada. Kecerdasannya membuatnya mampu menulis buku mengenai berbagai bidang. Mulai dari zoology, tata bahasa Arab, puisi, dan asal-usul kata (lexicography).
Sementara, selera humornya membuat tulisan-tulisannya diselipi banyak anekdot dan candaan. Namun dari sekian banyak karyanya, Kitab Tentang Binatang adalah masterpiece-nya. Buku ini terdiri atas 7 volume, menjabarkan tentang lebih dari 350 spesies hewan yang dilengkapi gambar-gambar. Buku ini menjadi rujukan penting dalam ilmu zoology pada masanya.
Di dalam bukunya, Al-Jahiz menulis mengenai sistem mimikri, dimana beliau menyadari bahwa parasit dapat menyamakan warna dirinya dengan warna induknya. Juga terdapat informasi mengenai sistem komunikasi dan psikologis hewan, serta tingkat kecerdasan serangga dan binatang lainnya.
Al-Jahiz juga menuliskan pengaruh cuaca dan pola makan terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan dalam berbagai wilayah geografis. Dalam buku itu pulalah, Al-Jahiz mendiskusikan proses seleksi alam, hal yang sering diatribusikan dengan Darwin. Ini adalah bukti bahwa Al-Jahiz adalah orang yang menemukan proses seleksi alam, dan Darwin hanya ‘melengkapi’ saja.
Ada sebuah cerita, dimana konon, British National Library (Perpustakaan Nasional Inggris) memiliki salinan buku tersebut. Namun buku tersebut hilang, karena peminjam terakhirnya tidak mengembalikan. Peminjam berhutang denda milyaran tersebut adalah Charles Darwin! Namun cerita tersebut bisa jadi tidak benar karena tidak ada British National Library, yang ada hanya British Library (Perpustakaan Inggris). Lagipula buku tersebut bervolume banyak mirip ensiklopedia, dan peraturan perpustakaan tidak membolehkan seseorang meminjam buku ensiklopedia apalagi yang sudah uzur dan langka.
Terlepas dari benar tidaknya anekdot tersebut, Al-Jahiz telah memberikan kontribusi yang besar dalam dunia biologi, tidak hanya bagi kaum Muslim, tapi bagi seluruh umat manusia. Al-Jahiz meninggal pada usia 93 tahun, pada bulan Desember 868, dalam sebuah kecelakaan dimana buku-bukunya yang menggunung di perpustakaan pribadinya, jatuh dan menimpa dirinya hingga tewas. Cara pergi yang satire untuk seorang ilmuwan humoris.*/Tika Af’idah, dari berbagai sumber


Rep: Admin Hidcom
Editor:

Anak-anak nabi ﷺ dibesarkan dalam rumah tangga yang berorientasi akhirat

Begini Interaksi Nabi Bersama Anak dan Cucu

Dengan hasil interaksi yang sangat bagus ini, akhirnya –atas izin Allah ﷻ - beliau ﷺ bisa mendidik anak dan cucunya yang kelak masuk Surga
Begini Interaksi Nabi Bersama Anak dan Cucu

Terkait

BILA pembaca ingin mencari teladan terbaik seorang ayah bagi anak-anaknya, bisa dijumpai dalam lembaran hayat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagai seorang ayah beliau ﷺ memberikan contoh terbaik dalam berinteraksi dengan anak-anaknya. Dengan pergaulan yang baik ini, dalam catatan sirah nabawiah, beliau ﷺsukses mendidik anak-anaknya.  Terbukti, semua anak-anaknya masuk Islam.
Berkaitan dengan hal itu, Ibnu Ishāq menuturkan, “Adapun anak-anak perempuan beliau ﷺ mendapati Islam, masuk Islam dan ikut hijrah bersama nabi ﷺ” (Yusuf Shālihi, Subulu al-Huda wa al-Rasyād, 11/18). Di sini yang disebut hanya anak perempuan karena, anak-anak laki-lakinya meninggal sejak kecil.
Baca: Bersikap Lembut Ketika Mendidik Anak
Interaksi Bersama Anak
Sebagai orang tua, beliau ﷺ selalu mengarahkan anaknya. Salah satu bentuk pengarahan  Rasulullah ﷺ pada buah hatinya: sebelum diutus menjadi nabi ialah menanamkan akhlak mulia dan kepedulian sosial. Pasca diangkat menjadi rasul, dengan segera beliau mengajak anak-anaknya masuk Islam. Pada waktu itu Zainab berusia 10 tahun; Ruqayya berusia 7 tahun; Ummi Kaltsum berusia 6 tahun, sedangkan Fathimah masih sangat belia. Meski masih relatif muda, mereka bisa menerima dengan baik.
Anak-anak nabi ﷺ dibesarkan dalam rumah tangga yang berorientasi akhirat. Sebagai contoh: Zainab bisa mengajak suaminya yang Musyrik menjadi Muslim, Ruqayya (putri beliau) bersama suaminya (Utsman bin `Affan) ikut serta hijrah ke Habasyah demi kepentingan dakwah. Demikian juga Ummi Kaltsum, yang juga ikut berjuang di jalan dakwah bersama Utsman bin `Afwan sampai wafat di Madinah. Fathimah pun juga ikut ambil bagian. Sebelum hijrah, di saat orang-orang kafir menyakiti nabi dengan melempar kotoran dan jeroan unta pada waktu sedang shalat, Fathimah dengan sigap menyingkirkannya. Intinya, semua anak-anaknya bisa diarahkan pada pendidikan berorientasi akhirat.
Baca: Mencintai Ahlul Bait Rasulullah adalah Ciri Ahlus Sunnah
Beberapa pengalaman khusus bersama Fathimah juga sedikit-banyak memberikan gambaran penting bagaimana hubungan rasul dengan anaknya. Anak yang dididik sejak kecil ini bukan saja mirip wajah dan gaya jalannya, akhlaknya pun juga sangat mirip. Putri tersayangnya ini sejak mengenal Islam sudah ikut berjuang bersama beliau ﷺ .
Karenanya, beliau ﷺ sangat menyayanginya. Saat Ali hendak menikahi al-`Aurā (putri Abu Jahal), beliau berkata, “Tidak mungkin anak Rasulullah dengan anak musuh Allah bersatu. Fathimah adalah bagian dariku.” (Abdul Razzaq, al-Mushannaf, 7/300). Menjelang wafat nabi ﷺ memberitahunya bahwa dia akan menjadi penghulu wanita di Surga.
Sebagai ayah kebanggaan, beliau ﷺ memberikan kasih sayang yang cukup pada anaknya. Anas bin Malik pernah bertutur, “Aku tak pernah melihat seorang pun yang paling sayang dengan keluarganya melebihi Rasulullah ﷺ.”(HR. Muslim). Saat Ibrahim sedang dalam persusuannya, beliau mendatanginya kemudian mengangkat lalu mengecupnya.  Makanya, ketika Ibrahim wafat, beliau sangat sedih.
Beliau ﷺ sangat peduli terhadap anak perempuannya. Saat Ruqayyah dan Ummu Kaltsum diceraikan oleh `Utbah dan `Utaibah (putra Abu Lahab), beliau segera mencarikan jodoh. Keduanya –secara berurutan- di kemudian hari menjadi istri Utsman bin `Affan. Berkat bimbingan beliau pula, Zaianab mampu membimbing suaminya (Abu `Āsh bin Rabī`) yang sebelumnya musyrik menjadi beriman.
Baca: Akhlak Nabi Muhammad kepada Anak-anak
Interaksi Bersama Cucu
Rasulullah ﷺ dikaruniai 7 anak 3 laki-laki dan 4 prempuan, yaitu Qasim, Abdullah, Ibrahim, Zaenab, Ruqoiyah, ummu kultsum, dan Fathimah Azzahra. Setiap keturunan berasal dari ayahnya, namun khusus untuk Keturunan Sayyidatuna Fathimah bersambung kepada Rasulullah merekalah keturunan Nabi Muhammad ﷺ, sebagaimana dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah bersabda: “setiap anak yg dilahirkan ibunya bernasab kepada ayahnya, kecuali anak-anak dari fathimah, akulah wali mereka, akulah nasab mereka dan akulah ayah mereka” (HR.Imam Ahmad)
Suatu hari Rasulullah ﷺ mencium Hasan bin Ali. Pada waktu itu di samping beliau ﷺ ada Aqra` bin Hābis. Ia berkomentar, “Aku mempunyai sepuluh anak, tapi tak ada satu pun yang pernah kucium.” Kemudian Rasulullah ﷺ berkata padanya, “Barangsiapa yang tidak sayang, maka tidak akan disayang.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad). Jadi, mencium anak adalah salah satu bentuk kasih sayang.
Di lain waktu, saat shalat berjama`ah di masjid, beliau ﷺ pernah menggendong cucu beliau, Umāmah (anak Zainab). Ketika sujud beliau ﷺ letakkan di bawah, kemudian saat berdiri beliau gendong lagi (HR. Bukhari, Muslim). Peristiwa ini menggambarkan betapa sayangnya beliau kepada cucunya.
Umamah merupakan putri pasangan Abu al-Ash bin ar-Rabi’ bin Abdu al-Uzza bin Abdu asy-Syams bin Abdu Manaf bin Qushay dan Zainab putri Rasulullah  Rasulullah ﷺ . Umamah adalah cucu pertama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Baca:  Sahabat Terakhir Rasulullah Muhammad
Pada suatu hari, Rasulullah ﷺ dalam keadaan sujud, tiba-tiba cucuntya, Hassan menaiki punggungnya, lalu Rasulullah  memanjangkan sujud. Manakala setelah Rasulullah  mengucapkan salam, Rasulullah ﷺ memohon maaf kepada para sahabatnya dan berkata; “Anakku ini sedang menunggangiku, lalu aku merasa enggan untuk mengangkat kepala ku sehingga Rasulullah  turun dari belakangku.” (diriwayatkan oleh Imam Ahmad, an Nasa’I 1141).
Kejadian yang sama juga pernah dilakukan. Saat beliau ﷺ bersujud sangat lama dalam shalat berjama`ah-karena dinaiki Hasan dan Husain, ada sahabat yang bertanya, ‘Mengapa melakukan demikian?’ Rasulullah ﷺ  menjawab, “Aku tak suka membuatnya tergesah-gesah, sampai dia memenuhi hajatnya” (HR. Nasai, Ahmad, dan Hakim).
Jika ada waktu senggang, beliau ﷺ meluangkannya untuk bermain dengan cucu dan mendoakan kebaikan padanya. Usamah bin Zaid meriwayatkan, suatu saat Rasulullah ﷺ mengangkatku di pahanya, kemudian meletakkan Hasan bin Ali di paha sebelahnya, lantas beliau berdoa, “Ya Allah sayangilah keduanya, sesungguhnya aku menyeyangi keduanya.” (HR. Bukhari, Ahmad, dan Nasa`i).
Baca: Jangan Usir Anak-Anak Kita dari Masjid
Abdullah bin Ja`far bin Abi Thalib meriwayatkan bahwa saat nabi ﷺ pulang dari safar beliau menyempatkan diri bertemu cucu-cucunya lalu memboncengnya bersama beliau ﷺ dalam satu kendaraan (HR. Muslim, Baihaqi, dan Nasai).
Umar bin Khattab pernah menyaksikan Rasulullah ﷺ sedang mengendong Hasan dan Husain, seorang di bahu kanan dan yang seorang lagi di bahu kiri baginda. Maka Umar berkata kepada Hasan dan Husain, “Kuda yang paling baik ialah di bawah kamu (Rasulullah).” Rasulullah ﷺ  melirik kepada cucunya lalu berkata, “Dan penunggang kuda yang paling mahir adalah kamu berdua.”
Di dalam rumahnya sendiri, Rasulullah ﷺ membawa Hasan dan Husain di atas belakangnya, kemudian baginda berjalan dengan tangan dan kaki sambil berkata: “Unta yang paling baik ialah unta kamu, dan sebaik-baik pasangan ialah kamu berdua.”
Dengan hasil interaksi yang sangat bagus ini, akhirnya –atas izin Allah ﷻ – beliau ﷺ bisa mendidik anak dan cucunya. Semua anaknya sampai akhir hayat tercatat sebagai muslim dan mukmin yang taat. Sementara itu, cucunya: Hasan dan Husain, kelak akan menjadi pemimpin pemuda ahli Surga sebagaimana hadits riwayat, Tirmidzi dan Ibnu Majah. Suatu kesuksesan luar biasa dari seorang ayah yang perlu diteladani.*/Mahmud Budi Setiawan
Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !
Topik: , , , ,

Jumat, 07 Desember 2018

Begini Cara Menghasilkan Uang dari Wattpad

Begini Cara Menghasilkan Uang dari Wattpad dengan Mudah dan Cepat, Lumayan Loh!

Begini Cara Menghasilkan Uang dari Wattpad dengan Mudah dan Cepat, Lumayan Loh!
By : Adi Catur Pamungkas 16/11/2018
Apakah kamu senang membaca Wattpad? Dan kamu sedang mencari cara untuk menghasilkan uang dari Wattpad?. Jika memang iya, maka kamu tidak salah untuk membaca artikel yang akan mastekno sampaikan berikut ini. Pada artikel kali ini mastekno akan memberikan beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk menghasilkan uang dari Wattpad. Namun perlu kamu perhatikan bahwa mendapatkan uang dari Wattpad, untuk saat ini tidak mutlak dari pihak Wattpadnya sendiri. Namun sebuah alternatif yang dapat kamu lakukan untuk menghasilkan uang dari menulis di Wattpad.

Persiapan Untuk Menghasilkan Uang dari Wattpad

Jadi Wattpad merupakan salah satu langkah awal untuk mendapatkan penghasilan. Jika kamu ingin mendapatkan penghasilan dari Wattpad, sebelumnya kamu harus melakukan beberapa hal berikut ini.

1. Menginstal Aplikasi Wattpad

Sebagai langkah awal, tentunya kamu harus memiliki atau menginstal aplikasi Wattpad terlebih dahulu sebelum kamu memiliki penghasilan. Tanpa adanya aplikasi Wattpad, maka kamu tidak dapat mempublikasikan tulisan yang kamu buat. Dengan begitu mimpimu untuk mendapatkan penghasilan dari Wattpad harus disingkirkan.
Untuk cara mengintal Wattpad pada smartphone android juga cukup mudah. Caranya yaitu buka aplikasi Play Store pada smartphone android kamu. Kemudian cari aplikasi Wattpad lalu download dan install aplikasi tersebut. Selain pada smartphone, kamu juga dapat mengakses Wattpad melalui PC / laptop.
Apabila kamu sudah memiliki aplikasi Wattpad pada smartphone, langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan yaitu mendaftar atau membuat akun Wattpad. Untuk mendaftarnya, kamu bisa menggunakan facebook maupun akun google ataupun mendaftar Wattpad secara manual dengan cara memasukkan username, email, dan password.

2. Mulai Membuat Tulisan

Supaya kamu bisa mendapatkan penghasilan dari Wattpad, maka kamu harus membuat tulisan terlebih dahulu. Sebagian besar konten yang berada di Wattpad merupakan novel dan kata-kata mutiara. Namun tidak ada salahnya apabila kamu ingin menulis apa saja yang penting bermanfaat. Misalnya tips memasak, tips traveling, tips membuat blog, dan lain sebagainya sesuai dengan kreativitasmu.
Namun apabila kamu belum bisa menulis dengan konten seperti itu, maka mulailah menulis dengan pengalaman pribadi atau sesuatu yang bernuansa curhat. Itung-itung untuk belajar menulis sambil terus mengupdate pengetahuan mengenai dunia menulis artikel.

3. Revisi Tulisan

Setelah kamu membuat tulisan, langkah berikutnya yaitu merevisi tulisan yang sudah membuat tersebut sehingga akan memiliki nilai lebih, mudah dipahami, serta membuat nyaman para pembaca. Slank itu kamu juga harus memperhatikan mengenai tata penulisan yang baik dan benar.
Belum kamu merevisi tulisannya kamu buat, alangkah lebih baiknya kamu membaca terlebih dahulu tulisan tersebut kemudian mencari kata-kata yang perlu kamu perbaiki. Jika sudah, mintalah temanmu untuk menilai tulisan yang telah kamu buat tersebut. Sehingga kamu mengerti apa yang orang lain inginkan dan apa yang membuat orang lain nyaman.

4. Posting dan Share

Apabila semuanya sudah siap, maka sekarang kamu tinggal mempublikasikan tulisan kamu di akun Wattpad kamu. Kemudian mintalah pendapat teman-temanmu untuk mengoreksi tulisan yang telah kamu buat tadi. Hal tersebut bertujuan supaya tulisan yang telah kamu buat benar-benar sudah matang dan sudah pantas untuk dipublikasikan.
Jadi itulah beberapa syarat syarat yang perlu kamu penuhi. Jika semua persyaratan itu telah kamu penuhi, maka langkah selanjutnya yaitu kita bahas bagaimana tahapan-tahapan menghasilkan uang dari Wattpad. Simak ulasannya berikut ini.

Cara Menghasilkan Uang dari Wattpad

Adapun untuk caranya kamu bisa melakukan cara berikut untuk dapat menghasilkan uang dengan mudah dan cepat, yang pasti kamu harus rutin dan tekun semangat dalam menjalankan usaha.

1. Kirim Tulisan ke Penerbit

Cara yang pertama ini merupakan salah satu cara untuk menghasilkan uang dengan mudah. Sembari terus menulis tulisan lainnya, tulisan yang telah kamu publikasikan di Wattpad juga dapat kamu kirim ke penerbit sesuai dengan ketentuan penerbit tersebut.
Tujuannya yaitu agar tulisan kamu dapat diterbitkan dalam bentuk buku oleh penerbit yang bersangkutan. Dengan begitu secara otomatis kamu akan mendapatkan penghasilan, apalagi jika buku yang kamu buat tersebut paris manis di pasaran. Tentunya kamu akan mendapat hasil yang lebih banyak lagi.

2. Jual Tulisan dalam bentuk E-Book

Cara yang berikut ini dapat kamu jadikan sebagai alternatif apabila tulisan yang kamu kirim belum di approve oleh penerbit. Yang perlu kamu lakukan yaitu hanya mengumpulkan tulisan-tulisan kamu dan menjadikan dalam bentuk E-Book. Dengan begitu, E-Book tersebut dapat kamu promosikan melalui sosial media, website, maupun blog. Apabila tulisanmu bagus, serta promosi yang pintar. Maka tak mustahil apabila E-Book tersebut akan laris manis di pasaran sehingga akan pendapatan penghasilan yang banyak.

3. Posting Tulisan pada Blog dengan Iklan

Cara terakhir ini merupakan cara yang paling nyaman, namun akan sedikit memakan waktu yang cukup lama. Dalam hal ini, kamu harus mendapatkan pengunjung blog yang banyak sehingga kamu akan mendapatkan banyak penghasilan. Karena penghasilan yang kamu dapatkan yaitu dari para pengunjung yang mengklik iklan pada blog kamu.
Akan tetapi, apabila memang benar-benar tulisan yang kamu buat itu bagus, maka kamu tidak akan  kesusahan untuk mendapatkan banyak pengunjung. Di Indonesia sendiri ternyata lumayan banyak para penulis yang memposting hasil tulisannya pada blog dan mendapatkan ribuan pengunjung tiap harinya, salah satu contohnya yaitu Raditya Dika.

Jadi itulah artikel dari mastekno mengenai cara menghasilkan uang dari wattpad dengan menjadi penulis sebuah artikel. Jadi apabila kamu ingin lebih pandai lagi dalam menulis, maka mastekno sarankan untuk selalu membaca artikel artikel yang berkualitas. Semoga dapat bermanfaat.

Senin, 03 Desember 2018

Babad Tanah Jawi

    Babad Tanah Jawi ini memiliki banyak versi. Menurut ahli sejarah Hoesein Djajadiningrat, kalau mau disederhanakan, keragaman versi itu dapat dipilah menjadi dua kelompok. Pertama, babad yang ditulis oleh Carik Braja atas perintah Sunan Paku Buwono III.[2] Tulisan Braja ini lah yang kemudian diedarkan untuk umum pada 1788. Sementara kelompok kedua adalah babad yang diterbitkan oleh P. Adilangu II dengan naskah tertua bertanggal tahun 1722.
    Perbedaan keduanya terletak pada penceritaan sejarah Jawa Kuno sebelum munculnya cikal bakal kerajaan Mataram. Kelompok pertama hanya menceritakan riwayat Mataram secara ringkas, berupa silsilah dilengkapi sedikit keterangan, sementara kelompok kedua dilengkapi dengan kisah panjang lebar.
    Babad Tanah Jawi telah menyedot perhatian banyak ahli sejarah. Antara lain ahli sejarah HJ de Graaf. Menurutnya, apa yang tertulis di Babad Tanah Jawi dapat dipercaya, khususnya cerita tentang peristiwa tahun 1600 sampai zaman Kartasura pada abad ke-18. Demikian juga dengan peristiwa sejak tahun 1580 yang mengulas tentang kerajaan Pajang. Namun, untuk cerita setelah era itu, de Graaf tidak berani menyebutnya sebagai data sejarah karena terlalu sarat dengan campuran mitologi, kosmologi, dan dongeng.
    Selain Graaf, Meinsma[3] berada di daftar peminat Babad Tanah Jawi. Bahkan pada tahun 1874, dia menerbitkan versi prosa yang dikerjakan oleh Kertapraja. Meinsma mendasarkan karyanya pada babad yang ditulis Carik Braja. Karya Meinsma ini lah yang banyak beredar hingga kini.[4]
    Menjelang Perang Dunia II, Balai Pustaka juga menerbitkan berpuluh-puluh jilid Babad Tanah Jawi dalam bentuk aslinya. Asli sesungguhnya karena dalam bentuk tembang dan tulisan Jawa.

    Penguasa Mataram

    Dinasti / Wangsa Syailendra

    Dinasti Sanjaya

    Dinasti Medang Kamulan

    Dinasti Kahuripan

    • Airlangga (1019-1045), mendirikan kerajaan di reruntuhan Medang
    (Airlangga kemudian memecah Kerajaan Kahuripan menjadi dua: Janggala dan Kadiri):

    Janggala

    (tidak diketahui silsilah raja-raja Janggala hingga tahun 1116)

    Kadiri

    (tidak diketahui silsilah raja-raja Kadiri hingga tahun 1116)

    Dinasti Singhasari

    Dinasti Majapahit

    Kerajaan Demak

    Kasultanan Pajang

    Kerajaan Mataram Islam

    Daftar ini merupakan daftar penguasa Mataram Baru atau juga disebut sebagai Mataram Islam. Catatan: sebagian nama penguasa di bawah ini dieja menurut ejaan bahasa Jawa.

    Kasunanan Kartasura Hadiningrat

    • Amangkurat II (Amangkurat Amral) (1680 – 1702), pendiri Kartasura.
    • Amangkurat III (1702 – 1705), dibuang VOC ke Srilangka karena kalah dari Pakubuwana I yang didukung VOC
    • Pakubuwana I (1705 – 1719), pernah memerangi dua raja sebelumya; juga dikenal dengan nama Pangeran Puger atau Sultan ing Alaga.
    • Amangkurat IV (1719 – 1726), Terjadi banyak pemberontakan, Sunan Kuning (Mas Garendi).
    • Pakubuwana II (1726 – 1742),
    • Pakubuwana III (diangkat oleh Belanda) dan hal ini ditentang oleh Mangkubumi dan Raden Mas Said. Atas ketidak puasannya Raden Mas Said mengangkat mertuanya Mangkubumi sebagai penguasa oposisi di Mataram, namun beberapa saat kemudian partai oposisi ini pecah menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Raden Mas Said dan kelompok Mangkubumi. Kemudian muncullah Perundingan Giyanti (13 Februari 1755)

    Dinasti Baru

    Perjanjian Giyanti telah melahirkan dua dinasti baru yaitu Dinasti Pakubuwanan dan Dinasti Hamengkubuwanan sedangkan Perjanjian Salatiga telah melahirkan satu dinasti yaitu Dinasti Mangkunegaran. Dinasti Pakubuwanan memulai silsilah dari Paku Buwono I dan Dinasti Hamengkubuwanan memulai dengan silsilah Hamengku Buwono I, sedangkan Dinasti Mangkunegaran memulai dengan silsilah Mangkunegara I atau Pangeran Sambernyawa.
    Tiga dinasti itu pada upacara dan acara keprotocular-an memiliki partner para Residen yang bertugas di wilayah Kerajaan masing masing.

    XII. Dinasti Pakubuwana

    1. Pakubuwana I (1705 – 1719), pernah memerangi dua raja sebelumya; juga dikenal dengan nama Pangeran Puger.
    2. Pakubuwana II (1745 – 1749), pendiri kota Surakarta; memindahkan keraton Kartasura ke Surakarta pada tahun 1745
    3. Pakubuwana III (1749 – 1788), mengakui kedaulatan Hamengkubuwana I sebagai penguasa setengah wilayah kerajaannya.
    4. Pakubuwana IV (1788 – 1820)
    5. Pakubuwana V (1820 – 1823)
    6. Pakubuwana VI (1823 – 1830), diangkat sebagai pahlawan nasional Indonesia; juga dikenal dengan nama Pangeran Bangun Tapa.
    7. Pakubuwana VII (1830 – 1858)
    8. Pakubuwana VIII (1859 – 1861)
    9. Pakubuwana IX (1861 – 1893)
    10. Pakubuwana X (1893 – 1939)
    11. Pakubuwana XI (1939 – 1944)
    12. Pakubuwana XII (1944 – 2004)
    13. Gelar Pakubuwana XIII (2004 – sekarang) diklaim oleh dua orang, Pangeran Hangabehi dan Pangeran Tejowulan.

    XIII. Dinasti Hamengkubuwana

    1. Sri Sultan Hamengkubuwono I / Pangeran Mangkubumi (13 Februari 1755 - 24 Maret 1792 )
    2. Sri Sultan Hamengkubuwono II / Gusti Raden Mas Sundara ( 2 April 1792 - 1810) periode pertama
    3. Sri Sultan Hamengkubuwono III / Raden Mas Surojo (1810 -  1811) periode pertama
    4. Sri Sultan Hamengkubuwono IV / Gusti Raden Mas Ibnu Jarot ( 9 November 1814 - 6 Desember 1823)
    5. Sri Sultan Hamengkubuwono V / Gusti Raden Mas Gathot Menol (19 Desember 1823 - 17 Agustus 1826) periode pertama
    6. Sri Sultan Hamengkubuwono VI / Gusti Raden Mas Mustojo ( 5 Juli 1855 - 20 Juli 1877)
    7. Sri Sultan Hamengkubuwono VII / Gusti Raden Mas Murtejo / Sultan Sugih ( 22 Desember 1877 - 29 Januari 1921 )
    8. Sri Sultan Hamengkubuwono VIII / Gusti Raden Mas Sujadi ( 8 Februari 1921 - 22 Oktober 1939)
    9. Sri Sultan Hamengkubuwono IX / Gusti Raden Mas Dorodjatun( 18 Maret 1940 - 2 Oktober 1988 )
    10. Sri Sultan Hamengkubuwono X / Bendara Raden Mas Herjuno Darpito ( 7 Maret 1989 - sekarang)

    XIV. Dinasti Mangkunegara

    1. Mangkunegara I atau bernama asli Raden Mas Said dengan gelar Pangeran Samber Nyowo (1757 - 1795
    2. KGPAA Mangkunegara II atau R.M Sulomo dengan gelar dimasa muda Pangeran Surya Mataram dan juga bergelar Pangeran Surya Mangkubumi (1795 - 1835)
    3. Mangkunegara III (1835 - 1853)
    4. Mangkunegara IV (1853 - 1881)
    5. Mangkunegara V ( 1881 - 1896)
    6. Mangkunegara VI (1896 - 1916)
    7. Mangkunegara VII (1916 - 1944)
    8. Mangkunegara VIII (1944- 1987)
    9. Mangkunegara IX (1987 - sekarang)

    Referensi

  1. ^ L., Olthof, W. (2007). Babad Tanah Jawi, mulai dari Nabi Adam sampai tahun 1647 (edisi ke-Cet. 1). Yogyakarta: Narasi. ISBN 9789791680479. OCLC 220090178.
  2. ^ Moertono, Soemarsaid (2017-09-18). Negara Dan Kekuasaan Di Jawa Abad Xvi-Xix. Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 9786024246792.
  3. ^ Meinsma, Johannes Jacobus. "Poenika serat Babad tanah Djawi wiwit saking nabi Adam doemoegi ing taoen 1647": Kaetjap wonten ing tanah Nèderlan ing taoen Welandi 1941, Volume 2
  4. ^ Molen, Willem van der (2011). Kritik Teks Jawa: Sebuah pemandangan Umum dan Pendekatan Baru yang Diterapkan Kepada Kunjarakarna. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. ISBN 9789794617878.